You are currently viewing Larry Ellison Lepas Rumah Mewah di San Francisco, Sorotan Publik Beralih ke Isu Pajak Miliarder

Larry Ellison Lepas Rumah Mewah di San Francisco, Sorotan Publik Beralih ke Isu Pajak Miliarder

Larry Ellison, pendiri Oracle

Larry Ellison, pendiri Oracle dan salah satu miliarder terkaya di dunia, dikabarkan telah menjual hunian mewahnya di kawasan prestisius Pacific Heights, San Francisco. Properti tersebut dilepas dengan harga sekitar USD 45 juta, setara dengan Rp 756 miliar (mengacu pada kurs USD 1 = Rp 16.810). Transaksi ini tercatat sebagai salah satu penjualan rumah paling bernilai di San Francisco untuk tahun 2025.

Meski proses penjualan dilakukan secara tertutup (off-market), kabar tersebut langsung memicu perhatian publik. Pasalnya, momen transaksi dinilai bertepatan dengan semakin kuatnya dorongan untuk menerapkan pajak kekayaan bagi miliarder di California, sebuah kebijakan yang dianggap dapat menambah beban finansial bagi para konglomerat. Informasi ini dikutip dari laporan nypost.com pada Jumat (9/1/2026).

Detail Hunian Supermewah Ellison

Ellison telah lama memiliki rumah beralamat di 2850 Broadway tersebut. Properti seluas hampir 11.000 kaki persegi ini dilengkapi lima kamar tidur, enam kamar mandi, serta panorama langsung menuju ikon Kota San Francisco: Jembatan Golden Gate dan Teluk San Francisco.

Bangunan modern ini dirancang oleh arsitek terkenal William Wurster pada tahun 1961. Di era 1990-an, Ellison melakukan renovasi besar-besaran melalui firma Lundberg Design, dengan membawa nuansa taman Buddha klasik bergaya Jepang.

Menurut Lundberg Design dalam deskripsi proyeknya, konsep tata ruang rumah itu dibuat layaknya perjalanan berlapis, dimulai dari halaman depan, berlanjut ke taman interior, dan diakhiri dengan pemandangan terbuka ke arah teluk.

Isu Pajak Kekayaan Mengemuka

Penjualan properti Ellison berlangsung ketika tekanan politik dari kelompok progresif Tuna55 dan serikat pekerja di California semakin menguat. Mereka mendorong penerapan pajak kekayaan bagi individu superkaya, dengan tarif yang bisa mencapai 5% dari total kekayaan bersih.

Dengan kekayaan Ellison yang diperkirakan mencapai USD 192 miliar atau sekitar Rp 3.227 triliun, ia berpotensi menghadapi kewajiban pajak hingga USD 9,6 miliar (setara Rp 161 triliun) jika kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan.

Penilaian Pakar Pajak

David Lesperance, penasihat pajak internasional yang kerap menangani klien miliarder, menilai langkah Ellison sebagai strategi yang sangat masuk akal.

Mempertahankan domisili di California tidak sebanding dengan risiko pajak miliaran dolar di masa depan, kata Lesperance.

Ia menambahkan, melepas sebagian aset seperti rumah hanyalah angka kecil jika dibandingkan dengan potensi pajak besar yang dapat membebani para miliarder di masa mendatang.

Leave a Reply